Posts

Showing posts with the label pertanian

Harga yang Adil

Image
  Gambar:Pixabay Petani selalu mendapatkan harga yang tidak adil dari usaha pertanian. Misalnya, harga beras. Dalam kondisi langkah sekalipun, sulit sekali petani bisa menjual dengan harga Rp. 10.000/kg. Kalau beruntung, paling seharga Rp. 9.000/kg.  Padahal harga beras di pasaran paling rendah Rp. 9.000/kg. Itupun untuk beras dengan kualitas jelek. Sedangkan, beras kualitas baik selalu dijual diatas Rp. 11.000/kg.  Ini persoalan klasik desa-desa yang memiliki potensi unggulan di sektor padi. Setidaknya ada dua hal yang menjadi penyebabnya. Pertama, rantai pemasaran yang panjang. Biasanya petani sebagai produsen beras tidak bisa, terbatas akses untuk menjual beras secara langsung kepada konsumen. Sejauh ini petani menjualnya ke pengumpul ditingkat desa. Baru kemudian pengumpul tingkat desa yang menjual kepada konsumen.  Selisih harga saat membeli dari petani dengan harga saat jual merupakan keuntungan yang akan diperoleh pedagang pengumpul atau...

Sisi Baik Petani

Image
Dokpri Sampai pandemi Covid-19 berlalu, saya percaya petani tidak akan mengalami dampak yang begitu berat secara ekonomi. Dapur masih tetap berasap. Stok makanan masih tetap aman.  Apalagi untuk petani di NTT, yang rata-rata memiliki lahan untuk usaha pertanian, baik itu pertanian lahan kering maupun pertanian lahan basah. Diatas lahan tersebut  petani sudah menanam beraneka ragam tanaman, baik untuk kebutuhan makan sehari-hari maupun untuk beberapa bulan kedepan. Tanaman yang dibudidayakan merupakan persediaan yang bisa digunakan kapan saja, sehingga sulit untuk mengatakan petani terdampak Covid-19 apalagi kelaparan.  Ini sisi baik dari profesi petani. Coba bayangkan, disaat banyak profesi ketar-ketir karena ancaman pemutusan hubungan kerja, saat banyak karyawan berharap tidak dirumahkan, saat pegawai berharap tranfer gaji bulanan tetap lancar; petani aman-aman saja.  Stok makan di sawah maupun ladang selalu tersedia untuk dimakan kapanpun. Tidak usa...

Petani tidak Keren?

Image
Dokpri Saya sering mendengar orang-orang tua di desa menasihati anaknya untuk tidak menjadi petani, "Jangan jadi petani, tidak pasti pendapatannya!". Padahal mereka sendiri hidup dari pertanian. Saya juga sering mendengar kritik yang terkesan membunuh karakter pemuda, baik lulusan SMA maupun Perguruan Tinggi, yang kebetulan memilih menjadi petani di desa. "Sekolah percuma, ada ijazah tetapi jadi petani, macam kami yang tidak sekolah saja".  Bagi yang tidak tahan dengan kritik, mungkin akan pontang-panting mencari pekerjaan dimana saja agar diakui kembali sebagai 'lulusan pendidikan yang berguna di kampung'. Padahal, mungkin saja bayaran dari pekerjaan tersebut tidak seberapa, bahkan tidak cukup hanya untuk kebutuhan pulsa sebulan. Atau bisa jadi, kerjaan baru tersebut tidak jauh beda, 'sama kotornya' dengan menjadi petani.  Terhadap hal seperti ini, saya biasanya merespon biasa saja bahkan memakluminya. Bukan hal baru, orang kampung ...

Pertanian Tidak "Seksi" Bagi Pemuda

Image
Pemuda di Desa Benteng Tawa Saya pernah melakukan survei kecil-kecilan di Desa Benteng Tawa tentang minat pemuda dibidang pertanian. Dari 100 responden yang dimintai pendapat, hanya ada 5 persen pemuda yang mengaku tertarik pada sektor pertanian. Itu artinya hanya ada lima orang pemuda yang tertarik pada sektor pertanian di Desa Benteng Tawa sedangkan lebihnya tertarik pada profesi lain seperti PNS/ASN 50 persen, ojek 5 persen, pegawai kantoran 20 persen sisanya 10 persen disektor wirausaha, profesional dan pilihan terburuk menjadi perantau. Hasil survei ini juga mengambarkan bahwa memang pertanian sudah tidak seksi lagi. 95 persen pemuda yang tidak tertarik pada pertanian melihat pertanian sebagai sesuatu yang kotor, usaha yang tidak menguntungkan dan tidak mendapatkan akses pasar serta harga yang adil. Bagi saya alasan yang disampaikan diatas lebih pada asumsi yang tingkat kebenarannya diragukan. Misalnya untuk alasan pertama petani identik den...

MENGAPA HARUS BERKELOMPOK?

Image
Singkronisasi di Benteng Tawa 1 Dalam kegiatan singkronisasi bidang pertanian sebagai sektor unggulan di desa Benteng Tawa dan Benteng Tawa 1 bersama Dinas Pertanian Kabupaten Ngada beberapa perwakilan masyarakat mempersoalkan keberadaan kelompok.    Mulai dari  keaktifan,  aset serta program dan aktifitas kelompok. Keberadaan kelompok cenderung responsif. Aktif kalau ada bantuan. Selanjutnya tinggal nama. Semua yang mempersoalkan mengarahkan pada satu kesimpulan bahwa kelompok sudah tidak penting. Tidak efektif. Adapun muara dari usulan, peserta berharap agar berbagai bantuan kedepannya tidak lagi melalui  kelompok, lansung pada orang perorangan saja. Sebagaimana yang bisa anda tebak, usulan tersebut tidak disepakati oleh Dinas terkait begitupun oleh pemerintah desa. Karena pemerintah sudah bersepakat bahwa melalui kelompok adalah pilihan pendekatan pelayanan publik terbaik. Saya sendiri yang mengikuti pertemuan ini melihat usulan d...

BERAS MEMBUAT PETANI TIDAK BISA BERHARAP BANYAK

Image
Petani Sawah sedang menanam padi di Benteng Tawa  Beras merupakan pangan utama masyarakat. Kalau bertanya pada masyarakat tentang jenis pangan maka beras adalah jawaban yang menempati urutan pertama, setelah itu baru tanaman lain seperti: jagung, sorgum dan ubi-ubian. Sebenarnya bukan merupakan hal baru. Dorongan untuk mengkonsumsi beras sebagai pangan utama memang sudah berlangsung lama. Saat ini merupakan puncaknya, sehingga apabila cadangan beras sudah berkurang maka akan muncul opini masyarakat darurat pangan. Saking tergantunnya masyarakat pada beras, pemerintah selalu berupaya agar stok beras selalu terjaga, termasuk dengan mendatangkannya dari negara lain. Sebagai pangan utama, masyarakat (petani) juga terlibat dalam upaya untuk menyediakan beras. Petani membudidayakan padi. Dari hasil budidaya tanaman padi ini kemudian akan menghasilkan beras. Sebagai petani ada sebuah credo yang paling sering diungkapkan yaitu hasil pertanian berupa beras belum bisa memb...

Kopi Padamu KPM Berharap

Image
Kopi di Desa Benteng Tawa I Kemiskinan merupakan isu yang paling seksi di republik. Banyak pihak telah dan sedang berupaya untuk mengatasinya. Saking terlalu seksinya, kemiskinan sudah digoreng menjadi sebuah komoditas menarik bagi banyak pihak. Semua orang berteriak memberantas kemiskinan. Mereka yang berteriak ini tentu saja merupakan bagian dari pengemis kelas elit, meminta-minta dana dari pemerintah pusat untuk mengatasi kemiskinan. Dana dari hasil minta-minta inilah yang digunakan untuk membuat rakyat miskin semakin tergantung. Lupa bahwa kemiskinan tidak serta-merta berkaitan dengan uang yang harus didatangkan dari pihak luar. Rakyat, semiskin apapun dia pasti memiliki kekuatan yang bisa digerakkan untuk mengatasi kemiskinan. Potensi pertanian yang paling dekat bisa dioptimalkan untuk mengatasi kemiskinan. Ada banyak potensi pertanian baik tanaman musiman maupun tanaman umur panjang. Salah satunya kopi. Siapa yang tidak kenal kopi? Semua orang tahu kopi. Kop...

ANALISIS USAHA TANI

Image
Aktivitas bertani bagi seorang petani bukan merupakan hal yang baru. Hari-hari hidupnya pasti akan selalu diisi dengan kegiatan-kegiatan pertanian. Tetapi kalau ditanya, apakah petani memperhitungkan semua hal yang berkaitan dengan usaha pertanian maka jawabannya sangat relatif. Sebagian besar tidak melakukan hal tersebut. Bahkan ada yang mengatakan bahwa terlalu sibuk sehingga tidak ada waktu melakukan analisa usaha tani. Akibat yang diperoleh, petani sudah merasa bersyukur sekali walau usaha yang dilakukan hanya bisa memenuhi titik pulang pokok. Kalau sudah untung satu dua juta bangganya minta ampun. Usaha pertanian tanpa analisa usaha pertanian dalam waktu yang panjang akan berdampak pada tidak ada perubahan yang signifikan baik usaha dan kehidupan setiap petani. Untuk itu petani perlu didorong untuk melakukan usaha pertanian di setiap usaha yang dilakukan. Konsep analisa usaha pertanian juga tidak perlu yang terlalu berbelit-belit, kalau perlu yang paling simple....

HARGA YANG ADIL UNTUK PETANI BERAS

Image
Beras merupakan potensi unggulan di desa Benteng Tawa. Bagaimana tidak? Dari 25,15 km luas desa terdapat 500 hektar lahan sawah. Dari 500 hektar tersebut, 110 hektar lahan sawah dikelolah dengan air irigasi dan 390 hektar merupakan sawah tadah air hujan. Luas lokasi sawah ini kalau kita konversikan kejumlah gabah dengan rata-rata hasil perhektar sebesar 8 ton/hektar maka akan menghasilkan gabah sebesar 4000 ton. Jumlah ini kalau dijadikan beras maka akan menghasilkan 2000 ton. Jumlah yang cukup besar dan semestinya membuat petani beras Benteng Tawa memiliki posisi tawar sehingga mendapatkan harga yang adil. Tapi fakta lapangan justru berkata lain. Beras petani Benteng Tawa hanya dihargai Rp. 7 500/kg oleh pedagang pengumpul desa. Tidak pernah sekali terjadi beras dihargai Rp 10 000/kg. Sebaliknya kalau petani harus membeli lagi dari pedagang pengumpul desa maka harga akan dipatok menjadi Rp. 10 000. Mengapa bisa terjadi demikian? Bukakanlah ini merupakan sebuah ketida...

MUSIM PANEN SEKALIPUN PETANI TETAP LAPAR

Image
Bulan Mei merupakan waktu panen bagi petani. Pada bulan ini semua orang akan beramai-ramai kesawah. Musim panen telah tiba lumbung padi, beras yang sebelumnya kosong akan kembali terisi. Petani akan kembali memiliki stok beras. Ini merupakan kondisi ideal yang sulit ditemukan sekarang. Walaupun sekarang musim panen lumbung padi, beras tidak akan terisi kembali. Padi yang akan di panen ini adalah milik orang lain. Hasil panen akan menjadi milik pihak kedua (pemodal). Petani terikat perjanjian dengan pihak kedua sebelumnya. Kejadian ini bermula dari petani mengalami kekurangan modal pada musim tanam. Saat itu dengan sangat terpaksa petani harus meminjamkan modal dari pihak kedua. Kesempatan ini tentu saja dimanfaatkan secara baik oleh pemodal dengan memberikan pinjaman berbunga tinggi yaitu 7-10% dalam sebulan. Perjanjian ini akan sangat berpengaruh pada saat musim panen karena petani harus membayar kembali pinjaman dengan suku bunga tinggi ini. Padi sawah yang dip...

MENJUAL TANAH UNTUK HIDUP!!!

Image
pikiran_rakyat.com K ebanyakan orang mungkin tidak percayah dengan judul artikel ini, bahkan ini terkesan sebagai sebuah klise. Tapi ini adalah sebuah fakta. Kenyataan yang dialami oleh masyarakat desa. Fakta yang dialami oleh kebanyakan orang yang bermata pencaharian sebagai petani. Kalau kita menelusuri lebih lanjut mengenai motivasi elakukan ha tersbut maka akan ada beragam jawaban yang diperoleh. "Kami menjual tanah untuk biaya pendidikan anak-anak". Ada yang lebih fatal lagi, mengatakan bahwa menjual tanah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apakah memang masyarakat di desa sudah sedarurat demikian sehingga hanya untuk biaya sekolah dan biaya hidup saja mereka harus menjual tanah? Lalu ketika tana mereka sudah dijual selanjutnya untuk biaya-biaya hidup mereka harus begantung dari mana lagi? Buknkah itu akan menimbulkan masalah baru lagi. Bagamanapun juga persoalan ini harus dislesaikan sgerah. Tapi inilah sebuah fakta yang mesti dicarikan sol...

PUPUK SUBSIDI UNTUK SIAPA?

Image
belajartani.com Pada musim hujan seperti ini petani membutuhkan pupuk untuk tanaman di sawa. Pupuk dibutuhkan petani untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi. Dengan mengunakan pupuk maka petani akan mennghasilkan produktivitas sebesar delapan ton perhektar.   Sebagaimana kita ketahui bersama, keberadaan pupuk yang bereda dipasar, ada dua jenis. Ada yang dijual dengan harga normal ada pula yang menjualnya dengan harga subsidi. Harga yang sangat dijangkau oleh masyarakat karena diberikan subsidi oleh pemerintah. Tentu saja petani akan membeli pupuk yang disubsidi oleh pemerintah. Cara untuk mendapatkan pupuk subsidi juga sangat simple , petani yang bersangkutan menuju tempat penjualan pupuk menyampaihkan tujuan pembelian pupuk beserta besaran lokasi, tempat sawah (masuk dalam hamparan apa misalnya hamparan wakalope di Desa Benteng Tawa) selanjutnya pihak pengecer akan mencocokkan data yang ada dengan data mereka. Kalau sudah cocok maka pengecer akan menjual p...

AYO TANAM KAYU-KAYUAN

Image
Dokpri: Kebun Kayu, Bpk. Paulinus Tompang  Kebutuhan akan kayu sebagai bahan industri pabrik maupun indusri rumah tangga terus meningkat dari tahun ketahun. Permintaan akan kayu sebagai bahan dasar untuk pembuatan kertas terus dibutuhkan sejauh manusia masih terus menggunakan kertas. Demikian pula dalam industri rumah tangga, kayu akan terus dibutuhkan untuk pembuatan rumah. Peningkatan permintaan kayu sebagai bahan baku pada saat ini tidak sebanding dengan jumlah kayu yang ditanam oleh masyarakat. Selain karena masyarakat terlena dengan persediaan kayu. Masyarakat juga belum berpikir sisi bisnis dari menanam kayu. Dokpri  Walaupun membutuhkan waktu yang lama dari proses penanaman sampai proses panen. Kayu memilki sisi manfaat bisnis yang besar. Dari sisi pendapatan rata-rata kayu siap jual dibeli dengan harga mahal oleh pengusaha. Untuk satu pohon kayu saja pembeli sudah berani membeli dengan harga Rp. 1.000.000. Apabila kita menanam 100 pohon saja dalam l...

TENGKULAK MENGUASAI PETANI

Image
priskatandi.wordpress.com Sampai dengan saat ini posisi petani masih terus terjepit. Keadaan tersebut paling banyak terjadi pada musim hujan seperti ini. Musim dimana petani melakukan aktivitas menanam dilahan garapan. Situasi keterjepitan petani berawal dari ketidak adanya modal dalam menjalankan kegiatan pertanian. Saat seperti itu petani biasanya meminjam uang pada tengkulak dengan jaminan hasil panen. Tentu saja ini merupakan sebuah keberuntungan untuk tengkulak. Ia dengan senang hati memberikan pinjaman dengan bunga tinggi. Peminjam/petani bukan tidak memahami akan hal tersebut namun mereka tidak memiliki pilihan lain. Pinjaman dengan bunga tinggi tentu saja akan membuat tengkulak semakin menguasai. Bagaimana tidak? Modal pinjaman mereka akan dikembalikan secara utuh ditambah lagi dengan bunga pinjaman. Bisa dibayangkan begitu besar jumlah keuntungan dalam satu siklus pinjaman. Bunga dan pokok pinjaman membengkak sedemian rupa. Bisa dipastikan pada masa p...

SENYUM TOPI

Image
Wilem Woko, Anggota Kelompok Saate Minggu pertama dalam bulan adalah waktu kerja kelompok. Semua anggota kelompok yang terlibat dalam program produktivitas kakao berkelanjutan sudah berkumpul di lokasi demplot, guna melaksanakan belajar bersama atau yang lebih dikenal dengan sekolah lapang.  Seperti biasanya kegiatan SL, semua angota kelompok akan mensharing perkembangan penerapan materi, teknologi dan praktik-praktik lapangan yang sudah dibahas pada kegiatan sebelumnya. Berbagai masalah selalu punya solusi dalam kegiatan SL kelompok. SS di kelompok Bina Kerja “Ada sesuatu yang spesial dalam SL kita kali ini” kata saya memulai percakapan dengan anggota kelompok. Pada SL kali ini saya akan membagikan bapak/ibu anggota kelompok masing-masing satu topi.  “Terima kasih pak, kami senang mendapatkannya” kata petani sambil mencoba topi yang baru dibagikan.  “Semoga topi baru dapat membuat bapak/ibu tidak kepanasan bekerja di kebun kakao”, lanjut saya. Di t...

HUJAN DATANG TERLAMBAT

Image
Pembibitan Kakao di Desa Mausambi, Kec. Maurole Rintik-rintik hujan menari-nari hari ini. Bumi kembali mendapatkan air kesegaran. Tanaman nampak penuh dengan kebahagiaan. Begitupula dengan Vinsen, petani di Desa Mausambi kecamatan Maurole.  "Hari ini kami bahagia", kata pak Vinsen memulai obrolan dengan saya yang singgah diteras rumahnya karena hujan. Oh ya Pak? "Saya sangat bergembira karena hujan yang sudah dinantikan sekian lama akhirnya datang juga". Semestinya hujan sudah datang dari bulan oktober pada tahun-tahun sebelumnya. Bulan-bulan seperti ini biasanya saya sudah menikmati usaha tanaman tiga bulanan seperti jagung dan aneka sayur-sayuran.  Tahun ini hujan datang sangat terlambat. Banyak petani yang mulai cemas dengan situasi ini. Kami berpikir akan terjadi panas panjang.  Tapi tidak mengapa. Walaupun agak terlambat, tetapi kami bersyukur karena hujan sudah tiba. Dengan demikian kami sudah  bisa menanam dikebun. Apakah selama ini bapak ...

ARAK DETUWULU

Bagi masyarakat Kabupaten Ende kalau berbicara tentang Detuwulu, yang terpikirkan adalah moke DW. Sebuah minuman berakohol yang dihasilkan dengan cara menyuling air yang hasilkan dari pohon enau oleh masyarakat setempat. Moke DW dan Desa Detuwulu adalah satu kesatuan yang melekat karena arak tersebut.   Bagaimana tidak? Desa Detuwulu sejak dulu merupakan daerah penghasil moke. Moke merupakan potensi yang ada dimasyarakat Detuwulu. Sebagain besar masyarakat Desa Detuwulu berprovesi sebagai pengiris moke. Moke merupakan sumber pendapatan terbesar dari masyarakat.  Bahkan hampir semua kebutuhan masyarakat mulai dari pemenuhan kebutuhan sehari hari sampai dengan biaya pendidikan anak-anak bergantung pada hasil penjuanan DW. Namun dibalik kebesaran nama brand DW ini ada sebuah kegalauan yang selalu membayang-bayangi petani penghasil moke di Desa Detuwulu.  Petani takut sewaktu waktu ada pihak keamanan, melakukan razia dan menyita moke ini dari peredaran...