Posts

Showing posts with the label pendidikan

SDN Waesaok

Image
Dokpri 1 Januari 2015 bertepatan dengan perayaan tahun baru, pemuda Waesaok, Desa Benteng Tawa mengadakan diskusi pendidikan bersama seluruh masyarakat di kapela Lingkungan St. Maria Waesaok.  Yang dibahas lebih banyak berkaitan dengan motivasi pendidikan: Mengajak orang tua untuk selalu mendukung pendidikan anak. Mendorong adik-adik pelajar untuk selalu rajin ke sekolah untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).  Juga mendorong tenaga pendidikan dari dua lembaga pendidikan SDN Waesaok dan SMPN 2 Riung agar tidak pernah lelah mendampingi peserta didik.  Saat mendapatkan kesempatan bicara saya secara sengaja menyoal SDN Waesaok yang jarang mengajar, melatih dan mementas kebudayaan setempat (Budaya Riung) dalam kegiatan sekolah.  Saya tidak bermaksud mengajak masyarakat berpikir kedaerahan (cukup memirkan budaya Riung saja). Maksudnya, mengajak lembaga-lembaga pendidikan yang ada untuk melestarikan budaya lokal juga.  Mendengar kritik te...

Sekolah yang Mendamaikan (2)

Image
Dapodik SMPN 2 Pertimbangan SMPN 2 Riung dibangun di Waesaok adalah ketersediaan sekolah pendukung. Waesaok merupakan daerah strategis dan mudah dijangkau oleh beberapa sekolah pendukung diluar Benteng Tawa, yaitu: SD Inpres Alowulan desa Uluwae, SDN Ize desa Nginamanu Barat dan SDN Wongkoledu desa Mosi Ngaran. Namun siapa sangka, sekolah yang mengantongi SK pendirian sejak 30 Desember 2002 dan dibangun dekat lokasi batas desa ini, kemudian berkontribusi bagi "persehatian batas". Itu terjadi 17 tahun kemudian, tahun 2019.  *** Konflik batas desa sebagaimana saya singgung pada tulisan sebelum ini adalah persoalan batas wilayah administrasi antara desa Benteng Tawa dan desa Uluwae/Alowulan. Sekali lagi saya tekankan, batas wilayah administrasi desa.  Mengapa persoalannya begitu berlarut-larut? Bagi saya, alasannya sederhana, tidak ada dialog sebelumnya antara dua desa yang bersengketa.  Sehingga, ketika ada upaya mediasi persoalan ini, yang terjadi...

Sekolah yang Mendamaikan (1)

Image
"Cara terbaik untuk mendamaikan masyarakat yang konflik berkepanjangan adalah membangun sekolah".  Gambar:Irvannugi Tahun 2000, saat masih kelas dua sekolah dasar, kami pernah mengalami ketakutan yang bersifat masal. Ketakutan ini dialami oleh hampir semua anak-anak dan ibu-ibu yang ada di dusun Waesaok, Desa Benteng Tawa.  Itu terjadi disuatu sore menjelang malam. Tiba-tiba saja ada desas-desus dari mulut ke mulut, entah disampaikan oleh siapa, yang menyatakan bahwa: masyarakat desa Uluwae/Alowulan akan melakukan penyerangan terhadap masyarakat dusun Waesaok, Desa Benteng Tawa.  Malam itu juga, hampir semua anak-anak dan ibu-ibu mengungsi ketempat yang dianggap aman. Di pinggir kali, di kampung tetangga, dan disemua tempat yang dianggap bisa menyelamatkan diri.  Malam itu selain bapak dan kakak laki-laki tertua, kami mengungsi ke arah barat bersama tetangga. Melewati sungai perbatasan antara Kabupaten Ngada dan Manggarai, menuju ke kampung ...

MISKIN HARTA KAYA MARTABAT

Image
Dokpri Peryataan "miskin harta kaya martabat" di sampaikan oleh wakil Gubernur NTT, Josef Nai Soi di SMAN 1 Soa. Josef menyampaikan saat kunjungan sekaligus pemberian beasiswa kepada siswa prestasi di tingkat SD, SMP dan SMA di Kecamatan Soa.  Sebagai wakil gubernur, Josef tau kondisi pendidikan NTT. Apalagi sisi ini sempat  membuat heboh masyarakat se-NTT. Pada Desember 2017 lalu, Menteri Pendidikan Indonesia, Muhadjir Effendy mengemukakan NTT adalah penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia dalam survei PISA. Tentang ini anda bisa membacanya sendiri di koran. Ada banyak sekali berita begitupun arus protes dari masyarakat. Tentu kebenaran peryataan Mendikbud masih kontraversi. Publik NTT banyak yang tidak sepaham. Bagi saya itu tidak penting.  Yang penting adalah apakah NTT sudah maju dalam pendidikan. Sudah kaya secara martabat sebagaimana dikemukakan oleh wakil gubenur?  Tidak perlu menyinggung banyak aspek. Cukup bidang pendidikan....

KEKINIAN DAN BERBUDAYA

Image
Weri Ngadu di Kampung Damu Siapa saja yang hidup di zaman ini dituntut untuk menjadi orang yang tidak ketinggalan secara informasi. Selalu up  to date perkembangan disetiap detik dari berbagai belahan dunia.  Kalau tidak mengikuti perkembangan tersebut akan disebut sebagai orang yang ketinggalan. Bukan bagian dari manusia kekinian.  Tuntutan zaman seperti ini merupakan hal yang positif. Pada saat ini semua orang merasa perlu terhubung antara satu dengan lainnya. Dunia terasa begitu dekat dengan teknologi. Perkembangan arus informasi yang begitu cepat ini tentu tidak saja berdampak secara positif melainkan berdampak juga secara negatif. Informasi yang tersaji secara cepat membuat kita cepat sekali terpengaruh dengan budaya luar. Gejala seperti remaja bergaya Korea adalah contoh paling dekat betapa informasi membuat generasi terpengaruh. Pada saat keluar dari rumah anda mungkin tidak akan keheran-heran melihat anak remaja bergaya seperti artis Kor...

FASILITATOR MENULIS

Image
Dokpri Tiga tahun menjalankan tugas sebagai fasilitator lapangan ada banyak hal yang diperoleh. Baik keberhasilan maupun kegagalan dalam pendampingngan. Semuanya merupakan pengalaman yang menarik untuk dibagikan kepada orang lain. Yang memiliki minat yang sama mungkin bisa belajar dari pengalaman tersebut. Begitupun sebaliknya pengalaman fasilitator lain bisa dipelajari untuk memperkaya diri.  Proses saling belajar dari pengalaman ini akan sangat mudah diwujudkan kalau fasilitator mau saling berbagi dengan menulis. Menuliskan pengalaman tersebut baik melalui media sosial seperti Facebook, Twitter maupun Blog.  Kalau para pendamping bisa melakukannya maka bisa dipastikan akan ada banyak sekali tulisan yang saling memperkaya dunia pendampingan masyarakat. Tulisan mendalam berdasarkan pengalaman yang sudah dilakukan oleh fasilitator.  Harus diakui bahwa masih banyak fasilitator yang tidak mau berbagi pengalaman dengan cara menulis. Bahkan kalau dibandin...

CARA MERAYAKAN KELULUSAN YANG KELIRU

Hari ini (3 Mei 2018) merupakan momen sangat berarti bagi siswa-siswi kelas XII. Perjuangan mereka selama tiga tahun mengenyam pendidikan dibangku Sekolah Menengah Atas akan diketahui pada hari ini. Hari ini mereka mengetahui berita kelulusan mengikuti ujian nasional. Ekspresi bahagia tentu saja tampak diwajah para pelajar. Ada beragam cara merayakan kelulusan ini. Ada yang mempersembahkan dalam doa, ada juga yang membagi kebahagiaan ini di media sosial. Ada juga yang merayakannya dengan cara yang salah yaitu mencoret seragam sekolah. Kalau kita bertanya apa alasannya maka mereka akan menjawab bahwa "seragam ini tidak akan digunakan". Karenanya mereka berhak mengunakan untuk kepentingan apa saja termasuk mencoretnya. Padahal baju seragam tersebut masih sangat layak untuk digunakan oleh orang lain yang membutuhkannya. Oknum yang melakukan ini juga tidak pernah berpikir bahwa orangtua begitu susah mencari rupiah demi rupiah untuk seragam yang mereka coret. Kes...

TENTANG SEPULUH BESAR

Image
Dokpri Satu hal yang juga mewarnai pemberitaan pada hari pengumuman kelulusan adalah berintah tentang sepuluh besar sekolah-sekolah di Nusa Tenggara Timur berdasarkan UNBK jurusan IPA dan IPS. Bagi Sekolah Menengah Atas yang masuk dalam daftar sepuluh besar berita ini merupakan sebuah kebahagiaan bagi sivitatas akademika. Berita sepuluh besar adalah sebuah kebahagiaan bagi sepuluh sekolah itu. Mereka memang pantas mendapatkannya. Kalau kita meletakan konteks sepuluh besar ini pada pendidikan yang sesungguhnya lantas akan memunculkan beberapa gugatan: apa urgensinya berita sekolah dalam kategori sepuluh besar sehingga perlu dibuat demikian? Apa dampaknya bagi sekolah tersebut, peserta didiknya? Apakah tidak ada dampak bagi sekolah lain yang tidak masuk dalam sepuluh besar? Di NTT sendiri 317 SMA/MA dan SMK, kalau perengkingan ini hanya untuk sepuluh sekolah saja maka sekolah yang lain mau dikemanakan? Apakah sekolah yang lain tidak pantas? Tentu saja merekah panta...

MENGUATKAN PENDIDIKAN MEMAJUKAN KEBUDAYAAN

Image
Dokpri 2 Mei merupakan hari pendidikan Nasional Indonesia. Semua insan akan merayakan momen ini dengan berbagai cara. Di media sosial orang-orang akan mengucapkan selamat hari pendidikan nasional kepada almamaternya, juga kepada guru-gurunya. Dilingkungan pendidikan dan pemerintahan, 2 Mei akan diperingati dengan upacara bendera dan berbagai perlombaan. Keberagaman cara merayakan ini menunjukan bahwa momen 2 Mei begitu besar bagi masyarakat Indonesia dan sangat sayang terlewatkan begitu saja. Bagi saya kegembiraan 2 Mei sebagaimana disampaikan diatasi adalah "seremoni" belaka. Perlu ada tindakan yang berbeda sebagai bentuk penghayatan pendidikan itu sendiri. Setidaknya ada dua hal yang perlu dihayati oleh semua orang yang peduli pendidikan. Hal tersebut tentu berkaitan dengan tema hardiknas 2018 "Menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan". 1. Meningkatkan daya literasi bagi peserta didik. Sebagaiman kita ketahui bahwa negara Indonesia san...

PENGAKUAN

Image
Dokpri: Guru SDN Waesaok Dalam kegiatan apapun manusia selalu berjuang untuk mendapatkan pengakuan. Sebagai anak dia membutuhkan pengakuan dari orangtua. Demikian pula sebagai karyawan, membutuhkan pengakuan dari atasan. Semua orang seakan gila dengan pengakuan. Bahkan saking terobsesinya pada pengakuan segala cara digunakan untuk pengakuan tersebut. Namun apakah semuanya berkaitan dengan pengakuan? Bisa ya, bisa tidak. Semuanya tergantung motivasi dari yang bersangkutan. Bjw, 280318

SELAMAT HARI GURU NASIONAL

Image
sistemguruonline.com Setiap tanggal 25 November bangsa Indonesia memperingati hari guru nasional. Momentum untuk mengenang pengorbanan dan jasa-jasa dari pelaku pendidikan dijagat nusantara. Hari yang semestinya semua orang mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu guru mereka. Apresiasi untuk semua jasa dan pengorbanan guru bagi kita.  Pada peringatan hari guru ini, dalam posisi apapun kita, sebagai karyawan, pengusaha, PNS, TNI/POLRI dan penganggur sekalipun, kita mesti menyakini bahwa ini semua berkat upaya guru. Mereka yang dengan caranya telah membentuk kita untuk mencapai mimpi-mimpi. Sebuah masa depan yang lebih baik dari kemarin. Menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara.  Secara nasional, kita memperingati hari guru dalam tema: membangun pendidikan karakter melalui keteladan guru. Tema yang kembali menegaskan batapa vitalnya peran guru dalam membangun karakter manusia dan bangsa Indonesia.  Keteladanan menjadi poin uta...

GELIAT LITERASI INDONESIA

Image
Ilustrasi: medanbisnisdaily.com Akhir-akhir ini kampanye literasi sangat mengema dalam masyarakat. Semua pihak mau terlibat dalam gerakan ini. Hal ini menunjukan bahwa geliat literasi di Indonesia memang sudah mulai bertumbuh. Juga meruapan sebuah tanda bahwa kelak masyarakat Indonesia tidak kala dengan bangsa lain dalam bidang literasi.  Gerakan literasi merupakan sebuah gerakan untuk membuat semua orang sadar akan kegiatan literasi. Membuat anak-anak Indonesia dekat dengan kegiatan membaca dan menulis.  Gerakan ini santer dilakukan oleh semua pihak. Gerakan literasi bertolak dari fakta minat baca masyarakat Indonesia yang masih rendah. Mengenai hasil survey tentang minat baca kita bisa menemukannya diberbagai media. Sudah banyak pemberitaan tentangnya.  Fakta ini kemudian mendorong semua pihak untuk bergerak. Tidak hanya kerna hasil survey tapi kenyataannya memang minat literasi bangsa Indonesia rendah.  Geliat ini mesti terus kita lakukan. Selain ...

WISUDA MENAMBA PENGANGGURAN

Image
gambar:aliexpres Setiap tahunnya kampus selalu mewisudakan mahasiswa. Jumlah wisudawan setiap tahun akan terus bertambah. Dari proses wisuda yang terus berlansung ini ada sebuah harapan besar yang selalu diinginkan oleh masyarakat dari para wisudawan.  Paara wisudawan yang diwisudahkan minimal mampu menciptakan lapangan pekerjaan untuk dirinya sendiri dan kalau boleh bisa mencipkatakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Apakah dengan wisuda yang berlansung setiap tahun ini ada banyak lapangan pekerjaan yang tercipta oleh para wisudawan/Sarjana muda? Jawaban sangat relatif bagi setiap lulusan. Fakta kebanyakan menunjukan bahwa banyak lulusan perguruan tinggi yang tidak mampu menciptakan lapangan pekerjan. Mereka lebih memilih untuk menjadi penganggur.  Fakta ini bisa dibuktikan dari data statistik Provinsin Nusa Tenggara Timur sebagaimana dukutip dari situs rri. Co.id menunjukan bahwa pada Agustus 2016 data penganguran NTT sebesar 76,6 ribu orang. Dari jumlah...