PETANI SIBUK



Hamid petani kakao Flores: Gambar satker mcc bapenas

Ada hal lumrah yang sering ditemukana saat melakukan pendamping kelompok tani. Petani sering mencari alasan/argument ketika mempertanyakan komitmen mereka dalam menerapkan banyak hal yang sudah dipelajari. 

Salah satu hal yang paling sering ditemukan dalam interaksi dengan petani adalah argument soal mereka sibuk. Apakah sudah melakukan penerapan terhadap material pembelajaran? Kami sebuk pak. Sudah sejauh mana perkembangan materi pembelajaran kita? Kerjaan banyak pak. Kami sibuk. Tidak ada waktu untuk itu. 

Demikian alasan-alasan yang sering dijumpai dalam proses follow up pembelajaran kelompok selama ini. Petani serba sibuk. Kalau petani sibuk terus kira-kira kapan baru mereka tidak sibuk? Kuat dugaan sibuk hanya merupakan akal-akalan belaka karena tidak melakukan follow up pembelajaran. 

Padahal kesibukan yang dimaksudkan tersebut tidak kelihatan pada saat kita berada bersama dengan mereka. Hal sebaliknya justru sering diperlihatkan petani mereka malah menyia-nyiakan waktu yang ada dengan melakukan berbagai kegiatan yang tidak berguna. 

Bagi saya secanggih apapun cara yang digunakan untuk mengakali, tetap saja petani yang menerima dampak dari tindakan tersebut. 

Lantas apa yang harus dilakukan. Hemat saya ada upaya sederhana yang bisa dilakukan oleh pendamping untuk mengatasi persoalan persoalan petani sok sibuk ini. 

Menjadikan kegiatan/tugas yang diberikan/follow up yang diberikan sebagai bagian dari kesibukan petani.  Apakah petani mau dan akan menindaklanjuti hal tersebut?

Tentu saja tidak ada jaminan untuk itu. Tetapi sebagai pendamping lapangan yang mengetahui persoalan ini, wajib hukumnya untuk mendorong petani secara terus menerus untuk mengeksekusi hal ini. 

Pendamping mesti tertantang untuk bisa mewujudkan hal ini. Petani harus mulai dibiasakan untuk menjadikan kesepakatan untuk follow up tersebut sebagai bagian kecil dari kesibukan. Dari pada sok sibuk mendingan menjadikan diri benar-benar sibuk. 

Selamat mencoba. 

Comments

Popular posts from this blog

KADES BENTENG TAWA KPM PKH

MEMACU KPM PKH SEPERTI MEMBANGUN SAMSUNG

INKONSISTENSI PETANI DALAM PERJUANGAN MERUBAH NASIB