MENAKAR PELUANG MARIANUS SAE DALAM PILGUB NTT
![]() |
| Marianus Sae: Gambar Kompas.com |
Survei yang
dilakukan oleh Populi Center pada 80 kelurahan/desa dan 22 Kabupaten /Kota
se-NTT, sebagaimana berita Pos Kupang Minggu (3/9/2017) tentang tingkat elektabilitas
menempatkan Marianus Sae salah satu tokoh yang cukup diperhitungkan dengan
persentase (4,5 persen). Marianus Sae berada dibawah tokoh-tokoh besar NTT
lainnya yaitu: Esthon Feonay (20,3 persen), Benny K Harman (12,4 persen),
Ibrahim A Medah (11,9 persen), Chris Rotok (9,9 persen), Raymundus Fernandes
(8,5 persen).
Masih dari
lembaga yang sama, hasil survei tingkat popularitas Marianus Sae (12,5 persen)
posisi ini dibawah dari Esthon Foenay (64,1 persen), BKH (51,6 persen), Ibrahim
Medah (47,9 persen), Lusia A Leburaya (41,0 persen), Chris Rotok (40,1 persen),
Benny Litelnoni (37,0 persen), Ayub Tiku Eki (21,5 persen), Ray Fernandes
(19,6 persen), Melki Laka Lena (19,3
persen).
Melihat angka-angka
ini, peluang Marianus Sae untuk menduduki posisi NTT satu masih terbuka lebar.
Hal ini berdasarkan beberapa pertimbangan:
1.
Hasil survei
ini dipublikasikan pada saat yang bersangkutan belum melakukan konsolidasi
politik untuk NTT 1. Hal ini berarti modal elektabilitas dan popularitas yang
diperoleh oleh MS hanya berdasarkan pada rekam jejak sebelumnya yaitu sebagai
Bupati Ngada yang sedang berkuasa pada periode kedua. Apabila MS dan teamnya
melakukan serangkaian langkah politik bukan tidak mungkin elektabilitas dan
popularitasnya akan naik. Bahkan bisa mengimbangi tokoh lama seperti Eston
Foenay maupun BKH.
2.
Pada saat ini
MS belum memiliki parpol yang akan mengusungnya. Santer terdengar kabar bahwa, saat
ini MS sudah mendaftarkan diri pada PDIP. Kalaupun PDIP pada akhirnya
memutuskan dukungannya pada MS maka peluang NTT 1 akan semakin terbuka lebar
karena PDIP masih merupakan partai yang sedang berkuasa. Selain itu NTT
merupakan salah satu basis dari pendukung PDIP.
Selain kedua
hal tersebut yang bisa mendongkrak elektabilitas dan popularitas MS namun ada beberapa hal juga yang bisa menurunankan
tingkat popularitas dan kepercayaan publik NTT yaitu:
1.
Isu
pemblokiran bandara Turalelo, Soa.
Walaupun kasus ini sudah diputuskan
ditingkatan pengadilan dan MS terbukti tidak bersalah namun isu ini masih akan
terus digulirkan oleh lawan-lawan politik sebagai bagian dari black campaign. Simpang siur isu
pemlokiran bandara ini mesti segera diluruskan oleh tim MS agar publik
mengetahui kebenaran informasinya.
2.
Isu asusila
Sampai dengan saat ini, tuduhan terhadap isu
asusila yang dilakukan oleh MS belum terbukti. Namun opini negatif sudah
terlanjur berkembang dalam masyarakat seiring dengan banyaknya kampanye hitam. Sama
seperti isu pemblokiran, informasi ini mesti segera diluruskan.
Dengan demikian, kalau mau menakar peluang
Marianus Sae dalam Pilgub NTT 2018 maka dapat disimpulakan bahwa peluangnya
relatif kecil. MS hanya merupakan kuda hitam yang turut meramaikan pesta
demokrasi NTT. Pilgub NTT 2018 hanya merupakan ajang promosi MS untuk
meningkatkan elektabilitas dan popularitas di kalangan masyarakat NTT untuk langkah
politik selanjutnya.

Comments
Post a Comment