KETIKA ANGGOTA TIDAK HADIR DALAM KEGIATAN KELOMPOK

Wikipedia.org
Salah satu persoalan dalam pendampingan bersama dengan petani adalah ketidak hadiran anggota kelompok. Mereka tidak mau hadir walaupun sudah diinformasihkan dalam kegiatan kelompok. Petani bahkan seolah tidak tau dengan berbagai aktifitas yang mereka lakukan.

Persoalan ini hemat saya bukan soal kemunikasi dan kordinasi yang tidak baik dalam kelompok. Komunikasi dan kordinasi antara anggota kelompok dengan anggota kelompok lainnya begitupun dengan pengurus hanyalah soal kecil. Lebih dari itu petani sudah apatis dengan perbagai upaya untuk perubahan nasib karena sudah nyaman dengan kondisi kemiskinan.

Situasi kemiskinan yang dialami dalam waktu yang lama terkadang membuat petani merasa biasa saja. Tidak ada persoalan dengan ini semua. Bahkan kalau ada pihak-pihak yang merasa tertarik untuk melakukan pendampingan serta pemberdayaan mereka merasa sebagai sebuah keanehan.

Hal inilah yang saya temuai dalam kegiatan pendampingan petani kakao Flores. Pada titik ini mereka kemudian memberikan reaksi apatis terhadap semua program yang datang.

Lantas ketika banyak anggota tidak hadir, apakah usaha kita dalam proses pendampingan berhenti. Untuk saya tidak. Proses pendampingan mesti terus dilakukan, berapa saja orang yang mau terlibat. Ada kemungkinan mereka yang tidak terlibat ini bukan berarti tidak mau sama sekali. Ada kemungkinan mereka mau ada bukti keberhasilan pendampingan dulu baru mereka terlibat. Keberhasilan petani dampingan yang lain bisa mendorong mereka yang apatis untuk trrlibat juga.

Berapa saja yang terlibat kita mesti bergerak bersama dengan mereka sehingga perubahan ini nyata. Dengan demikian dapat merancang mereka yang tidak hadir untuk hadir.

Comments

Popular posts from this blog

KADES BENTENG TAWA KPM PKH

MEMACU KPM PKH SEPERTI MEMBANGUN SAMSUNG

INKONSISTENSI PETANI DALAM PERJUANGAN MERUBAH NASIB