GUBERNUR PARIWISATA
![]() |
| Ilustrasi: tribunnews.com |
Tanggal 27 Juli 2018
provinsi NTT bersama dengan provinsi lainnya di Indonesia akan
menyelenggarahkan pemilihan kepala daerah serentak. Momentum pemilihan kepala
daerah, lima tahun ini akan kembali mewarnai dinamika politik NTT. PILKADA
merupakan babak baru bagi penentuan putra-putri terbaik NTT menjadi
pemimpin-pemimpin untuk lima tahun yang akan datang.
Walaupun pemilihan kepala daerah baru akan dilaksanakan pada
tahun 2018 namun langkah-langkah politik dari calon kandiditan mulai kelihatan.
Riak-riak aksi mencari simpati atau dukungan dari masyarakat semakin mengemah
dalam masyarakat.
Masyarakat disuguhkan dengan berbagai figur. Ada banyak
pendatang baru. Ada juga pemain lama yang sudah sering terlibat dalam
konstelasi politik NTT.
Terlepas dari berbagai agenda politik yang sudah dan akan
dilakukan oleh calon-calon pemimpin tersebut ada satu hal yang hemat saya harus
diperjuangkan oleh oleh masyarakat NTT dari calon-calon pemimpin tersebut
adalah sosok pemimpin yang berwawasan wisata atau yang berorientasi
pariwisata.
Sejak ditetapkan menjadi salah satu bagian dari 10 Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional mestinya provinsi NTT tidak lagi menjadikan sektor
lain seperti sebagai sector andalan, apalagi sector pertambangan. Pariwisata
mesti menjadi leading sector
pembangunan.
Menjadikan pariwisata sebagai sector ungulan NTT bukan mimpi
disiang bolong. Hal ini merupakan sebuah peluang yang tinggal dioptimalkan.
Bagaimana tidak? Melihat data statistik tentang jumlah kunjungan yang melejit
pada tahun 2016 dibandingkan dengan tahun lalu merupakan sebuah fakta.
Sebagaimana yang dikutip dari kompas travel 12/2/2017 data
wisatawan tahun 2016 mencapai angka satu juta orang yang terdiri atas wisatawan
domestic 832.000 meningkat dari 441.00 tahun 2015. Sedangkan wisatawan asing
mencapai 60.000 tahun 2015 menjadi 140.000 tahun 2016.
Melihat peningkatan signifikan kunjungan wisatawan ini
mestinya pemerintah yang akan terpilih menjadikan ini sebagai sebuah acuan
pembangunan. Pemerintah tidak perlu bersusah-sudah untuk melakukan promosi. Pemerintah
tinggal mengambil kebijakan dengan mengacu pada tren jumlah wisatawan yang
terus meningkat tiap tahunnya.
Hal lain yang mendukung NTT sebagai profinsi pariwisata
adalah banyaknya destinasi-destinasi wisata. Pemerintah bisa menjadikan Komodo,
Kelimutu, Bena dan Wisata Rohani Semana santa sebagai daya tarik utama
pariwisata. Sedangkan titik-titik wisata lainnya bisa dikemas sebagai sebuah
paket pariwisata selama berada di NTT.
Untuk itu dibutuhkan seorang kepala daerah yang berwawasan
pariwisata dalam mewujudkan semua ini. Pemerintah (Gubernur) tinggal melakukan
pembenahan baik SDM pelaku pariwisata maupun infrastruktur dalam menunjang
pariwisata.
Dengan demikian masyarakat sebagai pelaku pariwisata bisa
memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan begitupun sebaliknya wisatawan
bisa menikmati setiap paket pariwisata yang disiapkan secara baik oleh
pemerintah maupun pelaku pariwisata.
Mimpi NTT sebagai provinsi wisata hanya akan terwujud kalau
pemimpin yang dipilih adalah figure yang memahami pariwisata. Gunakan
kesempatan ini secara baik jangan sampai rakyat NTT salah menentukan pemimpin.

Comments
Post a Comment