MEMILIH PASANGAN HIDUP


ilustrasi:Okezoen lifestyle

Setiap hari kita selalu berhadapan dengan pilihan. Kita menentukan pakayan apa yang harus dikenakan? Menyelesaikan kuliah dimana. Makan apa hari ini? Dengan siapa saya berbelanja ke mal?  Dan berbagai macam hal lainnya adalah sejutah pilihan yang harus kita buat setiap harinya.  

Manusia merupakan makluk yang hidup dengan pilihan setiap saatnya. Pilihan adalah bagian dari kehidupan itu sendiri.
Setiap pilihan yang diputuskan oleh semua orang tentu saja tidak datang begitu saja. Ia lahir dengan  pertimbangan masing-masing. Pertimbangan dalam menentukan pilihan ini yang sudah jauh-jauh hari di kemukakan oleh Max Weber dalam teori pilihan rasionalitas. 

Dalam teori secara sederhananya kita dapat menyimpulkan bahwa semua pilihan yang kita tentukan berdasarkan pada pertimbangan yang rasional. Sebuah pertimbangan yang berdasarkan pada hitungan untung rugi bagi diri sendiri kalau mengambil keputusan tersebut. 

Bagi Weber pikiran adalah penentu dari setiap keputusan-keputusan yang ada. Pikiran tersebut ada dalam setiap manusia sehingga ada variasi pilihan untuk setiap orang. 

Berkaitan dengan pilihan tersebut maka pada kesempatan ini saya akan mengemukakan salah satu pilihan yang cukup berat bagi seorang manusia dalam hidupnya yaitu: pilihan untuk menentukan pasangan hidup (istri). 

Pilihan menentukan orang yang tepat untuk menjadi pasangan hidup kita selamanya ini adalah pilihan tersulit terkecuali untuk yang  poligami. Itu artinya kalau saya salah memilih maka akan salah selamanya.

Maka dari itu untuk mentukan pilihan yang datang satu kali ini tentu saja mengunakan pertimbangan akal sehat sebagaimana yang disarankan oleh Max Weber. Pertimbangan pertama yang saya gunakan adalah pasangan yang saya pilih adalah orang yang menerima kita apa adanya. Ia ialah,,,,,masa dia memilih kebo…

Banyak kasus menunjukan bahwa pasangan hidup hanya menerima kelebihan tanpa mau menerima kekurangan. Hal ini seperti yang dialami oleh paman saya, istrinya hanya mau menerima kelebihan dari paman Anto sedangkan kekuranganya tidak. Hal tersebut yang menjadikan rumah tangga ini tidak perna rukun sampai saat ini. Selalu ada alas an mereka untuk tidak akur. 

Hal berikutnya pasangan yang kita pilih adalah pasangan yang juga menerima keluarga besar baik pihak laki-laki maupun perempuan. Tentu saja setelah kita menjalin hubungan yang cukup dekat kita tidak hidup sendiri melainkan dengan keluarga besar untuk itu perlu ada sikap untuk menerima. 

Pilihan untuk menentukan pasangan adalah piliha sekali dalam hidup setiap orang untuk itu gunakan kesempatan itu untuk memilih yang terbaik pasangan anda minimal bisa menerima diri kita sendiri dan keluarga kita apa adanya. 

Comments

  1. Jika ingin pasangan hidup yang tepat maka pastikan calon pasangan kita memiliki visi dan misi hidup yang sama sehingga hidupnya pun sejalan...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

KADES BENTENG TAWA KPM PKH

MEMACU KPM PKH SEPERTI MEMBANGUN SAMSUNG

INKONSISTENSI PETANI DALAM PERJUANGAN MERUBAH NASIB