KREATIF MENGUNAKAN MEDIA SOSIAL


kompasina.com

Publik Indonesia akhir-akhir ini dihebohkan dengan kasus penyebaran informasi bohong dari pihak-pihak tertentu. Informasi bohong tersebut mengandung unsur provokasi bagi sesama yang memiliki pandangan berbeda dengan mereka.
Celakanya informasi ini sangat berpengaruh terhadap keutuhan bangsa dan negara Indonesia yang sudah kita rawat secara baik. Namun dibalik semuanya itu ada pihak-pihak yang diuntungkan dengan penyebaran informasi bohong tersebut. Pihak yang mengambil keuntungan, setidaknya ada dua yaitu: pihak yang “memesan” informasi bohong dan pihak yang membuat informasi bohong. 

Pihak yang memesan biasanya diuntungkan dengan beredarnya informasih yang tidak benar itu secara meluas dengan demikian akan mempengaruhi masyarakat. Hal ini tentu saja akan berdampak pada kepuasan karena sudah bisa menghancurkan pihak-pihak yang menjadi target. Pihak yang membuat konten bohong juga pasti akan mendapatkan kebanjiran uang, karena bukan menjadi rahasia lagi bahwa pihak yang membuat informasih bohong memperoleh bayaran yang cukup tinggi. 

Fakta kalau kita telusur secara lebih dalam mau menunjukan bahwa penguna media sosial di Indonesia sudah tidak memanfaatkanya seperti fungsinya. Ada kecendrungan tidak kreatif dalam memanfaatkan media sosial. 

Lantas apa itu kreatif dalam bermedia sosial? Bagaimana kreatifitas dalam bermedia sosial dapat diwujudkan?

Kreatif sebagaimana dimaksudkan oleh KBBI adalah memiliki daya cipta, kemampuan untuk menciptakan. Dengan demikian dapat disempulkan bahwa kreatif adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang untuk menghasilkan sesuatu berdasarkan pemahaman atau kecerdasannya. 

Definisi ini secara eksplisit mau menunjukan bahwa hasil cipta kita sehari-hari akan berbanding lurus dengan kemampuan seseorang. Dalam kaitan dengan pengunaan media sosial kalau kita mengunakan media sosial untuk meyebar informasih yang tidak benar, menunjukan kualitas kita yang tidak berkualitas juga. Semakin banyak menghasiknan hal yang tidak kreatif yang dihasilkan maka semakin tidak berkualitasnya kita. 

Hal ini tidak lantas menyadarkan semua orang yang tidak kreatif dalam mengunakan media sosial tersebut. Apalagi bagi mereka yang sudah mendapatkan keuntungan dari penyebaran informasih bohong. Mungkin saja mereka akan berpikir lebih keras lagi supaya penyebaraan informasih bohong tetap berjalan bahkan lebih gerncar lagi. 

Untuk itu perlu ada upaya dari berbagai pihak untuk mengunakan media sosial secara kreatif. Setiap orang mesti disadarkan untuk bertanggung jawab terhadap semua konten yang dibuatnya. Bagi pihak-pihak yang sudah membuat informasih yang tidak bertanggung jawab apalagi memprofokasi maka perlu diusut berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia. Sebagai penguna media sosial kita mesti mampu  membedakan informasih yang benar dan yang tidak. Jadilah orang kreatif dalam menyebarkan informasih yang kreatif.  

Comments

Popular posts from this blog

KADES BENTENG TAWA KPM PKH

MEMACU KPM PKH SEPERTI MEMBANGUN SAMSUNG

INKONSISTENSI PETANI DALAM PERJUANGAN MERUBAH NASIB