EVALUASI ORGANISASI


Ilustrasi: Subkhiblog

Sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik apabila organisasi tersebut diterimah secara baik dalam masyarakat. Apakah masyarakat masih membutuhkan organisasi tersebut atau tidak? Jawaban atas hal ini tentu saja tidak bisa disampaihkan oleh orang-orang yang ada dalam organisasi. Kalaupun terjadi demikian hal tersebut merupakan sebuah klaim dari organisasi. 

Untuk itu perlu ada jawaban atau pertimbangan dari masyarakat yang merupakan subjek sekaligus objek dari kegiatan organisasi. Jawaban masyarakat merupakan sebuah alat evaluasi yang kalau dikelolah secara baik maka akan sangat bermanfaat bagi organisasi tersebut. 

Fenomena tidak banyak organisasi yang suka dengan evaluasi merupakan sebuah keseringan yang lazim terjadi. Hal seperti ini tentu saja sangat tidak baik untuk sebuah organisasi. Tidak suka dievaluasi berarti menginginkan organisasi tersebut cepat berahir. 

Mengevaluasi organisasi berarti sebuah organisasi mengukur sejauh mana keberhasilan dan kegagalan yang sudah diperoleh dan dialami dalam satu periode waktu tertentu. 

Dalam proses evaluasi tersebut sebuah organisasi melakukan kegiatan analisa tingkat kepuasan masyarakat terhadap organisasi tersebut. Analisas TKP tentu berdasarkan pada beberapa aspek penilaian seperti: pertama, prosedur pelayanan. Semua organisasi tentu saja memiliki prosedur pelayanan yang sudah disepakati sejak awal.  Prosedur ini kemudian disampaihkan kepada masyarakat untuk disepakati sebagai konsessus bersama. Sampai pada periode tertentu hal ini mesti dicek kembali, apakah sudah sesuai atau sebaliknya. 

Kedua, kedisiplinan pelaksanaan pelayanan. Apakah kesepakatan yang sudah dibuat baik dalam bentuk program atau hal lainnya sudah sesuai dengan perencanaan atau belum. Kalau belum maka ini menjadi sebuah masukan bagi organisasi untuk segerah diperbaiki.  

Ketiga, kemampuan pelaksana pelayanan. Kualitas dari orang-orang terlibat dalam sebuah organisasi juga perlu dievaluasi. Perlunya melakukan evaluasi terhadap hal ini disebabkan karena orang yang bekerja disebuah organisasi adalah gambaran dari organisasi. Kalau kempuan pelaksana bagus maka akan menciptakan kesan organisasi tersebut memang bagus. Sebaliknya apabila kempuan pelaksana terbatas maka akan berdampak juga pada organisasi.   

Hal terakhir yang perlu diukur adalah kordinasi dengan pemerintah dan lembaga-lembaga yang ada. Hal sangat penting untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti ego lembaga/ego sektoral. Ego sektoral semestinya tidak perlu terjadi karena hanya akan mengorbankan masyarakat. 

Apabila kita menginginkan organisasi kita semakin baik dan semakin dibutuhkan masyarakat maka perlu ada evaluasi secara berkelanjutan. Hasil evaluasi merupakan alat ukur untuk melakukan perubahan menuju kearah yang lebih baik.    


Comments

Popular posts from this blog

KADES BENTENG TAWA KPM PKH

MEMACU KPM PKH SEPERTI MEMBANGUN SAMSUNG

INKONSISTENSI PETANI DALAM PERJUANGAN MERUBAH NASIB