MUNGINKAH FLORES MENERAPKAN SISTEM MONOKULTUR TANAMAN KAKAO?



Untuk meningkatkan produktivitas tanaman kakao di Pulau Flores, berbagai upaya optimalisasi mulai dari budidaya, perawatan, panen dan paca panen sudah dilakukan oleh berbagai lembaga yang terlibat dalam program ini. Salah satu wacana yang paling santer didengungkan adalah soal penerapan metode  monokultur tanaman kakao di Flores. Apakah Flores sangat mungkinkan untuk penerapan sistem monokultur tersebut dan yang lebih penting apakah sistem monokultur ini menguntungkan petani sebagai petani sebagai pelaku utama kakao di Flores. 
gambar: bppjambi

Monokultur menurut KBBI adalah penanaman satu jenis tanaman pada suatu lahan. Dalam system ini hanya ada satu jenis tanaman saja yang dibudidayakan oleh petani. Apabila petani ingin membudidayakan tanaman kakao maka hanya ada satu jenis tanaman ini dalam lahan pertanian. Tidak ada tanaman lain yang didalam baik sebagai pelindung maupun tanaman sela.  

Metode penanaman secara monokultur tentu saja sangat menguntungkan bagi petani dalam proses perawatan tanaman karena lebih mudah dan hanya berkonsentrasi untuk merawat satu jenis tanaman. Kemudahan lain ialah petani akan lebih mudah untuk mengendalikan hama penyakit karena hanya menyendalikan hama maupun penyakit untuk satu jenis tanaman yang  dibididayakan. 

Namun untuk konteks Flores budidaya Tanaman kakao dengan sistem monokultur, tentu saja tidak sepenuhnya bisa berhasil diterapkan. Ada beberapa pertimbangan yang menjadi alasan sistem monokultur tidak bisa diterapkan yaitu: 

Dari sisi morfologi tanaman kakao, khususnya dari sisi iklim tanaman kakao hanya bisa hidup ditempat dengan jumlah bulang kering kurang dari tiga bulan atau curah hujan kurang dari kurang dari 60 mm/bulan. Kalau kita mengunakan parameter ini maka budidaya kakao secara monokultur tidak akan tercapai. Iklim di Flores terkadang tidak menentu bisa saja bulan keringnya menjacapai 6 bulan dalam setahun bahkan lebih. Hal ini tentu saja dapat membahayakan tanaman kakao karena bisa membuat tanaman ini kering. Untuk itu tanama kakao membutuhkan tanaman pelindung yang bisa menyediakan suplai air pada bulan kering tersebut. Tanaman yang bisa menyediakan sumber air untuk tanaman kakao adalah pisang. Dengan demikian kakao di Flores mesti dipaduhkan dengan tanaman pisang. 

Selain itu dalam penerapan sistem monokultur satu hal yang juga perlu diperhatikan adalah kecepatan angin maksimum adalah 4mm/detik. Sekali lagi hal ini tidak sesuai dengan konteks Flores. Kecepatan angin di Flores kadang kala melebihi 4mm/detik pada saat musim hujan maupun musim kemarau.  Apalagi kecepatan angin relatif besar pada saat musim hujan. Untuk itu tanaman kakao membutuhkan tanaman penahan angin seperti kelapa maupun tanaman hutan lainnya seperi gamal dan lamatoro. 

Selain dua hal diatas alasan yang paling utama adalah dari sisi beban ekonomi dan sosial yang harus ditanggung petani apabila kakao belum tiba waktu panennya atau sampai gagal panen. Hal ini disebabkan oleh masyarakat Flores adalah masyarakat yang hidup dengan urusan sosial yang tinggi. Tuntutan untuk biaya sosial dan biaya hidup yang sangat tinggi kepada setiap kepala keluarga/petani maka tidak dimungkinkan petani hanya mengandalkan pada satu jenis tamanan saja. Mesti ada tanaman lain sebagai sumber pendapatan sehingga petani tidak berharap hanya pada satu post penerimaan. 

Kalaupun sistem monokultur dipaksakan makan akan melairkan sebuah persoalan baru yaitu utang. Dengan demikian sistem monokultur tidak dimungkinkan untuk diterapkan dilihat dari sisi iklim berupa jumlah musim kering, kecepatan angin serta biaya sosial.  Yang paling dimungkinkan adalah diversifikasi tanaman atau perpaduan tanaman. 

Diversivikasi tanaman inilah yang paling memungkinkan bagi petani di Flores. Sistem ini bisa membuat petani dapat berharap banyak untuk pemenuhan kebutuhan sosial dan bisa mengantisipasi berbagai perubahan iklim yang terjadi sesewaktu. Semoga petani Flores tetap mempertahankan sistem pertanian dengan mendiversifikasikan tanaman.     

Comments

Popular posts from this blog

KADES BENTENG TAWA KPM PKH

MEMACU KPM PKH SEPERTI MEMBANGUN SAMSUNG

INKONSISTENSI PETANI DALAM PERJUANGAN MERUBAH NASIB