KEMERDEKAAN SEBUAH JEMBATAN EMAS
![]() |
| Gambar: Dokumen Pribadi |
Pada hari ini bangsa Indonesia
memperingati hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan yang ke-72. Sebuah peringatan
akan peristiwa kemerdekaan dari semua jenis penjajahan melalui proklamasi yang
sudah dilakukan oleh Soekarno-Hatta mewakili bangsa Indonesia 17 Agustus 1945.
Pada pristiwa kemerdekaan tahun
ini terasa sekali suasana gembirah. Hari ini semua anak bangsa berekspresi dan
mengambil bagian dalam kemerdekaan dengan berbagai cara. Mudah sekali kita
menemukan kegembiraan itu. Mulai dari pejabat-pejabat teras yang mengunakan
pakayan motif daerah sampai para antusias dari semua warga masyarakat menuju
ketempat upacara bendera untuk mengambil bagian dalam kegiatan apel bendera
bersama.
Dari beragam ekspresi perayaan
kemerdekaan ini, satu hal pasti yang bisa kita tangkap adalah semua warga negara
Indonesia bersyukur atas anugerah kemerdekaan yang masih terus dijaga,
dipertahankan oleh semua anak bangsa sampai berusia 72 tahun ini.
Warga negara Indonesia juga
bersyukur bahwa sebuah kemerdekaan yang oleh Bung Karno disebut sebagai
jembatan menuju kesejahteraan. Sebuah cita-cita kesejahteraan yang sudah
menunjukan tanda-tanda positif. Kemerdekaan sebagai sebuah jembatan menuju
cita-cita besar kenegaraan mesti terus pertahankan. Tentu saja, ada banyak cara dari
semua warga Negara untuk mempertahankan jembatan emas/cita-cita kesejahteraan
ini. Hal yang paling mungkin dilakukan adalah upaya anak-anak Indonesia mengisi kemerdekaan.
Cara kita mengisi kemerdekaan
adalah bagian dari upaya kita mengisi kemeredekaan. Hemat saya satu hal yang
wajib kita perjuangkan secara bersama sebagai bagian dari mengisi kemerdekaan
adalah mengunakan media sosial dan media onlinenya secara cerdas.
Fenomena ini sengaja saya sentil
pada kesempatan ini karena sangat aktual dengan situasi bangsa Indonesia saat
ini. Kalau kita memantau perkembangan linimasa dari waktu ke waktu maka, mudah
sekali orang meprovokasi sesama dengan mengunakan media sosial atau media
onlinenya. Bahkan lebih para dari itu, ada yang memanfaatkan media yang ada
untuk jaringan radikalisme seperti ISIS.
![]() |
| Gambar: Ujare.com |
Tentu saja hal ini akan sangat
berpengaruh bagi kesetabilan dan keutuhan NKRI yang sudah kita rawat bersama
sampai pada perayaan ke-72 hari ini. Untuk itu perlu membangun kecerdasan
bersama dalam mengunakan media sosial secara bijak sebagai bagian dari mengisi
kemerdekaan.
Sudah saatnya media sosial adan
media onlinenya dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif. Menyampaihkan
progress pembangunan dari pemerintahan atau lembaga lainnya. Media sosial juga
bisa bisa dioptimalkan untuk keritik kontruktif. Kritik membangun kepada semua lembaga yang
terlibat dalam proses pembangunan dengan berdasarkan fakta lapangan.
Sebuah kritik yang berdasarkan
bukti bukan sebaliknya fitnah yang tidak berdasar. Ini yang paling penting
karena banyak anak-anak Indonesia lebih suka memberikan kritik berupa fitnak
ketimbang kritik yang konstruktif. Tentu saja sebagai anak bangsa yang lagi
berjuang untuk mengisi kemerdekaan, kita semua menginginkan sebuah kritik yang
bisa memacu pemerintah atau pihak yang dikritik memperbaiki kesalahan. Kita
mesti mengisi kemerdekaan yang merupakan jalan emas menuju kesejahteraan rakyat
Indonesia dengan sebaik-baiknya dengan cerdas mengunakan media sosial.
DIRGAHAYU NKRI yang ke72. MERDEKA, MERDEKA, MERDEKA.


Ulasan yang menarik dan teraktual. Diperhadapkan dengan perkembangan penggunaan media sosial yang semakin meluas (tanpa batasan moral dan etika, pastinya), anak bangsa sebagai generasi Indonesia perlu "cerdas" memanfaatkan media dalam menciptakan "kesatuan dalam keberagaman". Cerdas menentukan sumber, Cerdas membaca, cerdas berpikir, cerdas berkomentar ( rangkaian fenomena media sosial) dan akhirnya cerdas bertindak (fenomena real life). Happy Independence Day Our Republic Indonesia! Go Smart Ahead Indonesia's Generation!
ReplyDeleteTerima kasih sudah mengunjungi blog saya.
ReplyDelete